Apa hubungannya antara keempat hal itu?

Kesengajaan Link to heading
Beberapa bulan lalu saya pernah secara tidak sengaja merasakan “rogo sukmo” jika tepat istilahnya. Untuk lebih jelas mengenai pengalaman pertama ini akan aku ceritakan di lain saja.
Ketidaksengajaan itu menjadi hal yang bisa aku ulangi secara sengaja dalam kondisi tertentu. Semakin mengulangi semakin nagih, rasanya. Namun kini menjadi hal yang sedikit aku hindari dan malah semakin tidak bisa lagi ketika mau mencobanya kembali :v
Perulangan Link to heading
Semakin mengulangi semakin berbeda apa yang dialami. karena nagih itu tadi, makanya diulangi terus. Walau kini sulit untuk mengulanginya.
Keteledoran Link to heading
“Aku” juga manusia, tempatnya salah dan dosa. Sesuci-sucinya aku juga punya dosa. naik turunnya iman, gaet dosa/ampunan juga mempengaruhi keberhasilanku dalam mode “rogo sukmo” ini.
(akan ku ceritakan di lain halaman mengenai khodam)
kepemilikanku terhadap khodam ini juga sedikit membuat jengkel. sebagai seorang muslim yang ingin taat, tidak ingin lah hal-hal semacam ini. namun apa daya juga saya sendiri tidak bisa mengusir.
(back to the topic) semakin aku berbuat dosa, semakin sulit aku meraga sukma (rogo sukmo). bahkan, tidak hanya membuat hal ini sulit, tetapi juga membuat saya juga disukai “setan”.
Percobaan Link to heading
Sesekali aku mecoba untuk meraga sukma lagi, dan ku dapati suatu kondisi sedikit berhasil. jika dalam runtutannya ada prosesi keluar (terbang nya sukma) dan landing (mendarat di suatu tempat, alam mimpi kalau ust. Hakim Bawazier menyebutnya), sedikit berhasil ini hanya sampai pada tahap terbang.
Dalam kondisi (terbang) tersebut aku merasa sedang dikerumuni, dikeroyoki, ditarik, didesak sana sini oleh sesuatu yang tidak terlihat, hanya terasa.
Takut, sedikit “ketakutan” ketika dalam kondisi tersebut. kupikir hanya kebetulan (suatu resiko yang harus diterima), ternyata tidak, tidak kebetulan, melainkan karena ada faktor lain, “setan”.
Terlewatkan Link to heading
Ternyata, kondisi dikeroyoki tersebut tidak hanya berlaku pada saat prosesi rogo sukmo, tetapi juga ketika sadar.
Ketika sadar (tidak tidur tidak pingsan) aku juga merasa dikerumuni.
Selengkapnya,
malam pertama, aku ngopi di tempat favorit saat itu, kopi kenangan, pulang setengah 12 karena ngantuk banget, ndak kuat untuk lanjut kerja. nyatanya sampai rumah sedikitpun tidak merasa kantuk, dan bahkan mencoba tidur pun tidak bisa. hingga akhirnya tidur selepas subuh.
malam kedua, karena kondisi kemarin aku sudah tidak tidur malam, maka malam ini seharusnya aku ngantuk dan bisa cepat tidur, nyatanya tidak. kondisi sedikit berhasil tadi ku ceritakan, terjadi di malam kedua ini.
kejadian ini tidak terjadi sekali dalam semalam itu, saya mencoba tidur biasa pun terjadi hal ini. hingga akhirnya aku tidak berani memejamkan mata (untuk tidur), dengan coba scrolling sosmed hingga menjelang subuh.
malam ketiga, malam pertama dan kedua sudah tidak tidur, ku rasa malam ketiga ini bakal easy to sleep, nyenyak to sleep, nyatanya tidak. aku tertidur sekitar pukul 12 malam, dan terbangun di jam 2 karena mimpi yang terasa hingga bangun nya.
di dalam mimpi tersebut aku di datangi oleh sesuatu seperti gumpalan awan terbang warna putih seukuran manusia, halus wujudnya, tidak begitu kasar. sesuatu itu terbang/melayang dengan cepat dari sisi kiri nan jauh menuju ku. ketika di hadapanku sesuatu ini langsung memeluk dan merangkulku.
ketika merangkul, tangannya di punggungku seperti meremas-remas atau menekan-nekan. rasanya sakit, sakitnya terasa seperti nyata. tidak pernah ku alami rasa sakit senyata ini dalam mimpi. sehingga aku pun bangun dari tidur karena kesakitan. ketika bangun pun ternyata punggungku juga sakit yang demikian.
ketika bangun aku merasakan sesuatu yang aneh. bangun dari tidur dengan posisi terlentang dan tangan diatas perut (seperti orang sholat), aku merasa tubuhku ada yang menyelimuti. seperti sesuatu angin, tapi padat, solid, tidak berhembus tapi bergumpal, tidak nampak tapi terasa. sedang menyelimuti layaknya memelukku tadi. dan aku juga merasakan sakit yang sama persis di punggungku seperti di mimpi tadi.
beberapa saat aku terbangun, sesuatu menyelimuti itu pun perlahan menghilang (seolah terbang keatas).
satu hal lagi, saat bangun tersebut aku juga dalam keadaan ngorok. yang mana ngorok ini tidak pernah aku alami lagi semenjak SMA (sekitar 8 tahun lalu). dalam kondisi ngorok (bersamaan dengan terbang keatasnya sesuatu menyelimuti tadi) keluar sesuatu gumpalan angin juga dari mulutku.
seiring perginya sesuatu yang menyelimuti dan memasuki mulutku tadi hilang, rasa sakit di punggungku juga berangsur mereda.
malam keempat, dengan kejadian tiga malam sebelumnya tersebut aku menyadari sesuatu. yaitu:
- ibadahku mulai tidak teratur, sholat sunah rawatib memudar
- baca Al-Qur’an berkurang
- sholat tidak berjamaah, bahkan keseringan tidak tepat waktu
di malam keempat ini sama kondisinya, tidak bisa tidur juga, bukan karena kondisi yang sama lagi dengan hari-hari sebelumnya, namun kondisi yang berbeda. di malam keempat ini aku merasa sense, atau feeling ku lebih tajam saja terhadap mahkluk halus.
aku merasa di sudut-sudut tertentu di tempat tinggalku ada jin nya, namun hanya di waktu-waktu tertentu saja.
alhamdulillah, dibekali ilmu oleh channel youtube Syiar Dalam Gelap, sedikit menambah wawasan ku tentang keberadaan mahkluk halus dan bagaimana mereka berkeliaran.
akhirnya, aku menyadari sesuatu. setiap waktu pintu kamar mandi selalu ku buka, karena agar udaranya tidak berhenti disitu, istilahnya agar udara mengalir, ventilasi. namun ternyata itu menjadi pintu masuk bagi jin untuk masuk dari belakang rumah yang ada lubang kecil di kamar mandi, lubang ventilasi di atas.
malam keempat ini baru aku menyadari, dan tidak bisa tidur nya aku karena ada saja yang mengganggu, semacam ada yang menyentuh tubuh tapi tidak ada wujud, ada saja yang mengetuk pintu dari luar kamar, di ruangan lain ada saja yang memainkan benda, dan seterusnya. hingga semalam suntuk aku tidak bisa tidur, sampai sesaat sebelum subuh suasana sudah reda, tenang, tidak ada gangguan, akhirnya bisa tidur walau dengan perasaan yang masih khawatir akan gangguan.
malam kelima, karena telah ku sadari sesuatu itu sebabnya, take action-lah aku. mulai ku perbaiki ibadahku, Al-Qur’an mulai ku rutinkan lagi, sholat mulai jamaah lagi, dan yang paling utama, yaitu kamar mandi ku tutup pada waktu magrib sampai subuh :v
malam kelima dan seterusnya ini alhamdulillah kondisi dan suasana tenang, aman, seperti sedia kala yang tanpa gangguan.